Kamis, 29 November 2012

OMK KAMBAJAWA ROAD TO FINAL!!!!

Kalau ajang paling bergengsi se Indonesia itu ISL atau IPL. Se Nusa Tenggara Timur itu El Tari Cup. Menurut saya se Sumba itu Turnament antar Umat Beragama!!! :)
Turnamen yang diikuti oleh umat beragama se Sumba Timur (ada juga yang dari Sumba Barat dan Sumba Barat Daya *tahun ini tidak ada peserta dari luar Sumba Timur) ini menjadi ajang tahunan yang memperebutkan piala bergilir. Turnamen yang sudah diselenggarakan untuk ke-12 kalinya ini mempertemukan 16 Tim dan memakai format setengah kompetisi.
Yah... Untuk kali pertama sepanjang keikutsertaan, OMK Santo Don Bosco  atau yang lebih dikenal dengan OMK Kambajawa masuk Final di turnament ini.

Tergabung di group B bersama Remas Al-Huda, OMK Kadumbul dan Remas Al-Fallah, OMK Kambajawa berhasil menyapu bersih semua pertandingan di penyisihan group B ini. Bermateri pemain yang tidak terkenal (selain Gusti Yosep eks. Persewa), OMK Kambajawa hanya mengandalkan Semangat dan Kerja Sama Tim serta dukungan Umat Paroki MBSM. Hal ini terbukti di pertandingan pertama, OMK Kambajawa berhasil mengalahkan Remas Al-Huda dengan skor 2-0.
Di pertandingan berikutnya, OMK Kambajawa berhasil mengalahkan OMK Kadumbul dengan skor 2-0. OMK Kambajawa pun dengan pasti melenggang ke 8 Besar setelah mengalahkan Remas Al-Fallah dengan skor tipis 2-1.

Di partai perempat final OMK Kambajawa harus bertemu lawan tangguh Pemuda GKS Kambaniru. Sempat tertekan hampir diseparuh pertandingan. OMK Kambajawa berhasil memaksimalkan serangan balik yang membuat pemain belakang GKS Kambaniru melakukan pelanggaran di kotak pinalti. Lio Rebo yang menjadi eksekutor berhasil menyarangkan bola, dan sampai pertandingan berakhir OMK Kambajawa menang tipis 1-0. OMK Kambajawa pun lolos ke semi final.

Di partai semi final ini, jujur saja, banyak umat MBSM Kambajawa yang pesimis OMK Kambajawa bisa memenangi pertandingan melawan TIM setangguh Remas Darusallam. Dengan materi Tim yang lebih "mentereng", wajar saja banyak orang yang pesimis. "Bola itu bundar", kata yang selalu ditanamkan pelatih (bpk. Domi Ama) kepada para pemain. Terbukti dipertandingan yang dihelat di lapangan Matawai kemarin (28 Nopember 2012), OMK Kambajawa berhasil mengalahkan Remas Darusalllam dengan skor telak 3-1. Tiga Gol OMK Kambajawa disarangkan oleh Lio Rebo (Top scorer turnament dengan 6 gol), Andri Jehamin (Ketua OMK), dan Gusti Yosep!! Semua pemain, supporter, dan Official Tim berhamburan ke lapangan, merayakan hasil dan pencapaian ini. Final... Final... Final...
Tidak sia-sia usaha selama ini.. Lio Rebo yang dikompetisi tahun lalu bermain buruk sepanjang kompetisi pun menunjukkan kalau dia "bisa".. From Zero to Hero!!!!".. Good Job Bro!!!!!

Sekarang saatnya menatap Final. Jangan lupa juga menyaksikan pertandingan semi final antara juara bertahan Remas Al-Taqwa vs Pemuda GKS Payeti sore ini ...

Skuad OMK Kambajawa;
Pelatih                   : Om Domi Ama
Manager               : K Leo, Om Juan, K Reny
Pendamping          : Umat Paroki Maria Bunda Selalu Menolong
Moderator            : Rm. Fransisko N. Z. Ate, Pr


Skuat OMK Kambajawa
Dengan Pic-Up Pelatih kami menuju arena

 Suasana Setelah Pertandingan

Dua bek Sentral OMK

 Gusti Yosep

Marcel dan Venand 
Kalah atau Menang intinya tunjukkan Spotifitas dan Kerukunan Antar Umat Beragama!!!

Karna Katong Samua Basodara!!!!




READ MORE - OMK KAMBAJAWA ROAD TO FINAL!!!!

Selasa, 27 November 2012

FILM SOEGIJA

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 

Soegija adalah film drama epik sejarah dari Indonesia yang disutradarai oleh sutradara senior Indonesia Garin Nugroho, dibintangi oleh budayawan Nirwan Dewanto yang memerankan tokoh pahlawan nasional Albertus Soegijapranata. Film yang dibintangi aktor-aktor dari beragam latar belakang budaya ini akan diluncurkan di Indonesia pada tanggal 7 Juni 2012 yang lalu. Dengan anggaran sekitar Rp 12 Miliar, film ini menjadi film termahal yang disutradarai Garin Nugroho.

Film ini diproduksi dengan format film perjuangan yang mengambil cerita dari catatan harian tokoh Pahlawan Nasional Mgr. Soegijapranata, SJ dengan mengambil latar belakang Perang Kemerdekaan Indonesia dan pendirian Republik Indonesia Serikat pada periode tahun 1940 – 1949. Film ini disutradarai oleh sutradara kawakan Garin Nugroho dengan mengambil latar daerah Yogyakarta dan Semarang. Film ini juga menampilkan tokoh-tokoh nasional Indonesia lain, seperti Soekarno, Fatmawati, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Sri Paku Alam VIII, Jenderal Soedirman, Soeharto, dll. Untuk bisa menggambarkan pengalaman Soegija, film ini banyak menampilkan tokoh-tokoh nyata tapi difiksikan baik dari Indonesia, Jepang, Belanda, sipil maupun militer dalam peristiwa-peristiwa keseharian yang direkonstruksi dengan cukup detil.

 SINOPSIS 

Dengan mengangkat aspek kemanusiaan yang universal ketimbang menekankan aspek agama, film ini berkisah tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda (Indonesia sekarang), Monsinyur Albertus Soegijapranata SJ, dari sejak ditahbiskan hingga berakhirnya perang kemerdekaan Indonesia (1940 – 1949). Satu dasawarsa penuh gejolak ini ditandai dengan akhir penjajahan Belanda, masuk dan dimulainya masa pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan RI, dan kembalinya Belanda yang ingin mengambil kembali Indonesia sehingga memulai perang kemerdekaan Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut dituangkan Soegija dalam renungan-renungan catatan hariannya, dan juga peran sertanya dalam meringankan beban penderitaan rakyat di tengah kekacauan perang. Dia mencoba berperan di semua tingkat, baik politik lokal, nasional dan internasional. Atas peran sertanya, Presiden Soekarno memberikan penghargaan dengan gelar pahlawan nasional.
PRO DAN KONTRA 
Beberapa kelompok ada  yang menganggap Film Soegija ini adalah salah satu sarana Kristenisasi. Tapi banyak juga pihak yang mendukung pemutaran Film ini. Salah satunya Bapak Sultan Hamengku Buwono X. Dikutip dari mediaindonesia.com beliau mendukung pemutaran Film ini karena menganggap film ini  sarat akan integritas kepemimpinan. Selain itu film ini memperlihatkan umat Katolik yang bersatu dan berjuang bersama tokoh lain dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Pada waktu itu seluruh elemen bangsa bersatu, dan bahu-membahu memperjuangkan kemerdekaan. Semua bersatu tanpa memandang agama dan status sosial,” tegasnya.
 Sensitivitas keagamaan begitu tinggi di Indonesia. Bahkan film nasionalisme seperti “Soegija” saja diisukan sebagai Kristenisasi. Inilah bukti masih ada beberapa kelompok masyarakat yang harus lebih banyak belajar dan menggali kebersamaan dan toleransi yang terkandung dalam Pancasila.

 Berikut sedikit screen shoot dari Film Soegija!!!




Jadi kepengen nonton filmnya!!! Rekan's ada yang Punya filmnya????

Salam!!!!

Bang Admin...
NgZ_VanHELLix o_O

READ MORE - FILM SOEGIJA

Senin, 26 November 2012

INDONESIAN YOUTH DAY 2012

Sejak 18 Oktober 2012, ribuan Orang Muda Katolik Indonesia berangkat menuju Kalimantan Barat untuk mengikuti kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) 20-26 Oktober 2012. Mereka berumur 16-35 tahun dan berasal dari berbagai pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Flores-Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan tentu saja, Kalimantan. Ada lebih kurang 2500 Orang Muda Katolik yang akan berkumpul pada acara puncak 23-26 Oktober di Sanggau, Kalimantan Barat.
IYD yang kali pertama ini, diadakan di tiga keuskupan yakni Pontianak, Sanggau, Sintang, dengan acara puncak di Sanggau. Kegiatan ini adalah acara yang dibuat oleh orang muda, untuk orang muda, dengan berlandaskan pada bukan saja nilai-nilai iman tapi juga nilai-nilai kebangsaan. Selama tujuh hari, orangorang muda Katolik ini akan berinteraksi, bertukar pikiran, refleksi, belajar bersama, antar orang muda maupun dengan masyarakat di Kalimantan Barat.
Pada tiga hari pertama, orang-orang muda ini akan tinggal bersama dengan masyarakat Kalimantan Barat di tiga keuskupan (Sintang, Sanggau dan Pontianak). Mereka akan bertukar pengalaman, belajar tentang budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, orang-orang muda Katolik dari segala penjuru Nusantara ini, akan mengenal dan belajar kearifan lokal dari masyarakat Kalimantan Barat.
Pada hari ke-4 sampai ke-7, semua peserta IYD akan berkumpul bersama di Komplek Mega Tenda Sanggau. Mereka akan merayakan iman sebagai Orang Muda Katolik dan meneguhkan komitmen kebangsaan sebagai orang muda Indonesia. Hal ini sesuai dengan perjuangan Mgr Soegijapranata, menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Masa depan Gereja dan masa depan Indonesia, ada di tangan orang-orang muda ini.
Dalam IYD ini tidak hanya diikuti oleh orang muda Katolik dari Indonesia, tetapi juga hadir orang muda Katolik dari Malaysia, sebagai bentuk persahabatan orang muda antar dua negara ini. Juga hadir para Bapa Uskup dari Konferensi Waligereja Indonesia, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Gubernur Kalimantan Barat, dan beberapa Menteri sebagai bentuk dukungan pada acara ini.Kegiatan IYD ini diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Komisi Kepemudaan. IYD adalah respon Gereja Indonesia terhadap kerinduan orang muda Katolik untuk bisa saling bertemu dan berbagi pengalaman maupun refleksi. Dengan demikian mereka saling memperkaya nilai-nilai iman dan kebangsaannya. Rencananya IYD ini akan diselenggarakan secara rutin, empat tahun sekali.



Pesan Bapak Gorie Mere saat Penutupan IYD 2012.

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Mere meminta orang muda Katolik Indonesia untuk menjadi panutan bagi kalangan muda di Indonesia dalam menolak penyalahgunaan narkotika. Orang muda Katolik harus tampil dan memberi contoh.
Demikian diungkapkan Mere saat penutupan Indonesian Youth Day 2012 di Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat.
"Indonesia dan negara-negara lain di dunia sedang berusaha mencapai target bebas narkotika. Saya meminta orang muda Katolik tampil di depan masyarakat dan memberi contoh langsung bagaimana mengampanyekan antinarkotika," ujar Mere.
Penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian negara karena saat ini ancaman bagi kaum muda terus ada. Kaum muda rawan terhadap penyalahgunaan narkotika karena pergaulan semakin mudah.
Indonesian Youth Day adalah ajang pertemuan orang muda Katolik (OMK) dari 35 keuskupan di Indonesia. OMK didorong terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat.

Berikut beberapa Pic yang saya dapat dari Internet.

Ini dia Team Building Panitia Nasinal IYD..

 
 Tim Penyambut Kontingen (Yang pake Kacamata milikya Admin ooooOOO :P )

 Ibu-ibu WKRI yang siap Menjamu!!!!

 Penari-penari penyambut kontingen (ini kk AJ punya)  
 
Untuk Galeri Foto kegiatan IYD dari OMK Keuskupan Weetabula khususnya OMK Kambajawa, Admin masih menunggu Picnya dari Rekan's yang punya file-filenya.
Thank's  ^_^

Salam

Admin NgZ_VanHELLix o_O



READ MORE - INDONESIAN YOUTH DAY 2012

PROFIL KETUA OMK KAMBAJAWA YANG BARU

Yap!!!
Buat Rekan's OMK Kambajawa yang nun jauh dari Waingapu, supaya tidak ketinggalan Informasi.
Kita punya Ketua OMK yang Baru.
Berikut Profil Lengkapnya;
  1. NAMA LENGKAP : YOANDRI JEHAMIN
  2. NICK NAME          : ANDRI JEHAMIN ALIAS AJ
  3. TTL                          : WAINGAPU, 23 OKTOBER 1986
  4. STATUS                   : LDR (LONG DISTANCE RELATIONSHIP/HUBUNGAN JARAK JAUH )
  5. PENDIDIKAN        : S1 KESEHATAN LINGKUNGAN
  6. MORAL                  : BAIK (90 LAH)
  7. KEPEMIMPINAN  : 100 (GOD JOB BRO!!!! :) )
  8. TINGGI                   : 170 CM
  9. BERAT                    :  70 KG
  10. MINAT                     : BOLA KAKI

Mungkin banyak yang belum tau sosok seorang AJ seperti apa.. Biar tau, tidak salah kenal orang, ni Admin kasih sedikit Photo-photonya :





Add di Facebook yah : https://www.facebook.com/aj.jehamin?ref=ts&fref=ts
Add juga admin :) :  https://www.facebook.com/nogezt.vanhellix?ref=tn_tnmn

Kalau bung AJ mau tambah-tambah sedikit juga boleh.. Silahkan hubungi MIMIN yauWWww!!!!
Mari sama-sama kita bangun OMK Kambajawa!!!!!

Salam

Admin: NgZ_VanHELLix o_O


         
READ MORE - PROFIL KETUA OMK KAMBAJAWA YANG BARU

Jumat, 23 November 2012

Santo Yohannes Bosco

Santo Yohannes Bosco adalah Nama Santo yang kami (OMK Kambajawa) pakai untuk menjadi Nama Resmi OMK kami.
Sedikit cerita tentang Santo Yohannes Bosco untuk sama-sama kita pelajari jalan hidupnya!!!

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Santo Yohannes Bosco (bahasa Italia: Giovanni Melchiorre Bosco, lahir 16 Agustus 1815 – meninggal 31 Januari 1888 pada umur 72 tahun)[1] atau lebih akrab dipanggil Don Bosco adalah seorang pendidik dan pastur. Ia mendirikan Kongregasi istimewa untuk melayani kaum muda yang bernama Serikat Salesian. Nama tersebut diambil atas Santo Fransiskus dari Sales, supaya mereka meneladani kebaikan hati dan kelemahlembutannya. Kini Kongregasi ini tersebar diseluruh dunia dan mengelola berbagai lembaga pendidikan khususnya dibidang pertukangan.
Pengalaman hidupnya membuat dia bertekad untuk menjadi bapak, sahabat dan guru bagi anak-anak yang diasuhnya. Ia kehilangan ayahnya, kehilangan Luigi Comollo sahabat karibnya dan kehilangan Don Calosso yang menjadi gurunya. Karena itu selain dijuliki sebagai 'Bapak Kaum Muda', Don Bosco juga dijuliki sebagai 'Bapa, Guru dan Sahabat kaum muda'.
Yohanes Bosco merupakan satu-satunya Orang Kudus (Santo) yang mempunyai hampir 20 orang pengikut berusia muda (kurang dari 20 tahun) yang diakui oleh gereja dan sedang menjalani proses untuk menjadi orang kudus. Tidak heran jika gereja pun mengangkatnya sebagai Pelindung Kaum Muda.
Salah satu pengikut dari Don Bosco yang cukup terkenal adalah St. Dominic Savio yang merupakan Orang Kudus non-martir yang paling muda usianya ketika ia wafat. Dominic Savio wafat ketika berusia 14 tahun dan merupakan salah seorang murid yang mendapat pengajaran langsung dari Yohanes Bosco. Salah satu orang kudus lain yang menjadi pengikut dari Yohanes Bosco adalah Laura Carmen Vicuna yang lebih dikenal dengan Laura Vicuna yang juga wafat pada usia 13 tahun.

Masa kecil

Santo Yohannes Bosco dilahirkan di desa Becchi dekat Castelnuovo, Keuskupan Turin - Italia pada tanggal 16 Agustus 1815.[2] Ia adalah anak terkecil dari Francesco Bosco (1780–1817) dan Margeret Occhiena. Ia memiliki dua saudara laki-laki yang lebih tua, yaitu Antonio dan Giuseppe (1813–1862).[2] Di masa kelahirannya, penduduk wilayah pedesaan Piedmont sedang mengalami kekurangan dan kelaparan, sebagai akibat dari peperangan era Napoleon dan kekeringan yang melanda di tahun 1817.[3] Ayahnya meninggal waktu ia masih kecil, sehingga ia mengalami masa kecil yang prihatin.

Karya

Setelah ditahbiskan menjadi Imam pada usia 26 tahun, Don Bosco banyak berkarya di bidang pendidikan kaum muda terlantar di kotanya. Sejak masih muda, dia memang sering mengumpulkan anak-anak. Awal mula karya Don Bosco untuk anak terlantar terjadi ketika suatu pagi, dia sedang bersiap-siap merayakan Ekaristi, lalu datang seorang anak gelandangan. Don Bosco memberikan perhatian kepada anak tersebut sehingga dia merasa senang dan berjanji akan datang kembali. Beberapa hari kemudian, anak itu kembali membawa teman-teman gelandangan lain yang berpakaikan kumal, berwajah lesu, kelaparan, kurang sopan, dan kasar dalam bertutur kata. Don Bosco tetap menerima mereka dan sejak saat itu, ratusan anak muda berkumpul setiap hari di kapel dan pada malam hari mereka menuntut ilmu di sekolah yang dibuka khusus untuk mereka.
Dengan pandangan praktis namun penuh humor, ia berhasil menjadi pendidik sejati yang tidak bertolak pada teori buku-buku, tetapi lebih kepada kebutuhan konkret karena mengerti jiwa kaum muda. Ia membimbing kaum muda dengan tegas tanpa kekerasan, yaitu dengan mengikut sertakan mereka dalam usaha saling mendidik.

Akhir hidup

Karena keletihan dengan kerjanya yang tak kunjung habis, Don Bosco meninggal pada tanggal 31 Januari 1888 di Turin. Dia diumumkan Venerabel oleh Paus Pius X pada 1907, diberkati oleh Paus Pius XI pada 1929, dan dikanonisasi oleh Pius XI pada 1 April 1934.

Mari kita sama-sama ambil sisi positif dari Bapa Pelindung kita ini..
Salam!!!!!

Admin.... NgZ o_O
READ MORE - Santo Yohannes Bosco