Sejak 18 Oktober 2012, ribuan Orang
Muda Katolik Indonesia berangkat menuju Kalimantan Barat untuk mengikuti
kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) 20-26 Oktober 2012. Mereka berumur
16-35 tahun dan berasal dari berbagai pulau di Indonesia, seperti
Sumatera, Jawa, Flores-Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan tentu saja,
Kalimantan. Ada lebih kurang 2500 Orang Muda Katolik yang akan berkumpul
pada acara puncak 23-26 Oktober di Sanggau, Kalimantan Barat.
IYD yang kali pertama ini, diadakan di tiga keuskupan yakni Pontianak, Sanggau, Sintang, dengan acara puncak di Sanggau. Kegiatan ini adalah acara yang dibuat oleh orang muda, untuk orang muda, dengan berlandaskan pada bukan saja nilai-nilai iman tapi juga nilai-nilai kebangsaan. Selama tujuh hari, orangorang muda Katolik ini akan berinteraksi, bertukar pikiran, refleksi, belajar bersama, antar orang muda maupun dengan masyarakat di Kalimantan Barat.
Pada tiga hari pertama, orang-orang muda ini akan tinggal bersama dengan masyarakat Kalimantan Barat di tiga keuskupan (Sintang, Sanggau dan Pontianak). Mereka akan bertukar pengalaman, belajar tentang budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, orang-orang muda Katolik dari segala penjuru Nusantara ini, akan mengenal dan belajar kearifan lokal dari masyarakat Kalimantan Barat.
Pada hari ke-4 sampai ke-7, semua peserta IYD akan berkumpul bersama di Komplek Mega Tenda Sanggau. Mereka akan merayakan iman sebagai Orang Muda Katolik dan meneguhkan komitmen kebangsaan sebagai orang muda Indonesia. Hal ini sesuai dengan perjuangan Mgr Soegijapranata, menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Masa depan Gereja dan masa depan Indonesia, ada di tangan orang-orang muda ini.
Dalam IYD ini tidak hanya diikuti oleh orang muda Katolik dari Indonesia, tetapi juga hadir orang muda Katolik dari Malaysia, sebagai bentuk persahabatan orang muda antar dua negara ini. Juga hadir para Bapa Uskup dari Konferensi Waligereja Indonesia, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Gubernur Kalimantan Barat, dan beberapa Menteri sebagai bentuk dukungan pada acara ini.Kegiatan IYD ini diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Komisi Kepemudaan. IYD adalah respon Gereja Indonesia terhadap kerinduan orang muda Katolik untuk bisa saling bertemu dan berbagi pengalaman maupun refleksi. Dengan demikian mereka saling memperkaya nilai-nilai iman dan kebangsaannya. Rencananya IYD ini akan diselenggarakan secara rutin, empat tahun sekali.
Pesan Bapak Gorie Mere saat Penutupan IYD 2012.
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Mere meminta orang muda Katolik Indonesia untuk menjadi panutan bagi kalangan muda di Indonesia dalam menolak penyalahgunaan narkotika. Orang muda Katolik harus tampil dan memberi contoh.
Demikian diungkapkan Mere saat penutupan Indonesian Youth Day 2012 di Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat.
"Indonesia dan negara-negara lain di dunia sedang berusaha mencapai target bebas narkotika. Saya meminta orang muda Katolik tampil di depan masyarakat dan memberi contoh langsung bagaimana mengampanyekan antinarkotika," ujar Mere.
Penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian negara karena saat ini ancaman bagi kaum muda terus ada. Kaum muda rawan terhadap penyalahgunaan narkotika karena pergaulan semakin mudah.
Indonesian Youth Day adalah ajang pertemuan orang muda Katolik (OMK) dari 35 keuskupan di Indonesia. OMK didorong terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat.
Berikut beberapa Pic yang saya dapat dari Internet.
Untuk Galeri Foto kegiatan IYD dari OMK Keuskupan Weetabula khususnya OMK Kambajawa, Admin masih menunggu Picnya dari Rekan's yang punya file-filenya.
Thank's ^_^
Salam
Admin NgZ_VanHELLix o_O
IYD yang kali pertama ini, diadakan di tiga keuskupan yakni Pontianak, Sanggau, Sintang, dengan acara puncak di Sanggau. Kegiatan ini adalah acara yang dibuat oleh orang muda, untuk orang muda, dengan berlandaskan pada bukan saja nilai-nilai iman tapi juga nilai-nilai kebangsaan. Selama tujuh hari, orangorang muda Katolik ini akan berinteraksi, bertukar pikiran, refleksi, belajar bersama, antar orang muda maupun dengan masyarakat di Kalimantan Barat.
Pada tiga hari pertama, orang-orang muda ini akan tinggal bersama dengan masyarakat Kalimantan Barat di tiga keuskupan (Sintang, Sanggau dan Pontianak). Mereka akan bertukar pengalaman, belajar tentang budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, orang-orang muda Katolik dari segala penjuru Nusantara ini, akan mengenal dan belajar kearifan lokal dari masyarakat Kalimantan Barat.
Pada hari ke-4 sampai ke-7, semua peserta IYD akan berkumpul bersama di Komplek Mega Tenda Sanggau. Mereka akan merayakan iman sebagai Orang Muda Katolik dan meneguhkan komitmen kebangsaan sebagai orang muda Indonesia. Hal ini sesuai dengan perjuangan Mgr Soegijapranata, menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Masa depan Gereja dan masa depan Indonesia, ada di tangan orang-orang muda ini.
Dalam IYD ini tidak hanya diikuti oleh orang muda Katolik dari Indonesia, tetapi juga hadir orang muda Katolik dari Malaysia, sebagai bentuk persahabatan orang muda antar dua negara ini. Juga hadir para Bapa Uskup dari Konferensi Waligereja Indonesia, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Gubernur Kalimantan Barat, dan beberapa Menteri sebagai bentuk dukungan pada acara ini.Kegiatan IYD ini diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Komisi Kepemudaan. IYD adalah respon Gereja Indonesia terhadap kerinduan orang muda Katolik untuk bisa saling bertemu dan berbagi pengalaman maupun refleksi. Dengan demikian mereka saling memperkaya nilai-nilai iman dan kebangsaannya. Rencananya IYD ini akan diselenggarakan secara rutin, empat tahun sekali.
Pesan Bapak Gorie Mere saat Penutupan IYD 2012.
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Mere meminta orang muda Katolik Indonesia untuk menjadi panutan bagi kalangan muda di Indonesia dalam menolak penyalahgunaan narkotika. Orang muda Katolik harus tampil dan memberi contoh.
Demikian diungkapkan Mere saat penutupan Indonesian Youth Day 2012 di Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat.
"Indonesia dan negara-negara lain di dunia sedang berusaha mencapai target bebas narkotika. Saya meminta orang muda Katolik tampil di depan masyarakat dan memberi contoh langsung bagaimana mengampanyekan antinarkotika," ujar Mere.
Penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian negara karena saat ini ancaman bagi kaum muda terus ada. Kaum muda rawan terhadap penyalahgunaan narkotika karena pergaulan semakin mudah.
Indonesian Youth Day adalah ajang pertemuan orang muda Katolik (OMK) dari 35 keuskupan di Indonesia. OMK didorong terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat.
Berikut beberapa Pic yang saya dapat dari Internet.
Ini dia Team Building Panitia Nasinal IYD..
Tim Penyambut Kontingen (Yang pake Kacamata milikya Admin ooooOOO :P )
Ibu-ibu WKRI yang siap Menjamu!!!!
Penari-penari penyambut kontingen (ini kk AJ punya)
Untuk Galeri Foto kegiatan IYD dari OMK Keuskupan Weetabula khususnya OMK Kambajawa, Admin masih menunggu Picnya dari Rekan's yang punya file-filenya.
Thank's ^_^
Salam
Admin NgZ_VanHELLix o_O








Tidak ada komentar:
Posting Komentar